Kita adalah panca pandawa yang berprilaku Korawa
Semua orang akan setuju dan berpihak kepada pandawa dalam memperjuangkan hak atas kerajaannya. Bahkan perang bratayuda pun sebagai wujud perjuangan merebut hak tersebut.
Membaca atau menonton mahabarata, seakan dipertontonkan mengenai hidup kita, mengenai kewajibann kita, bahkan mengenai janji dan sumpah-sumpah kita terhadap diri dan lingkungan.
Saya menyaksikan atau membaca mahabarata tidak mendapatkan itu semua, saya justru mendapatkan filosofi dan simbol-simbol panca pandawa, korawa di dalam diri kita.
Lantas bagaimana membaca simbol-simbol tersebut :
Karna adalah perwujudan keinginan atau kehendak.
- Dalam panca pandawa sosok karna tidak dimasukkan sebagai keluarga panca pandawa, karena dia terlahir dari batara surya sebelum Kunti menikah.
- Simbol ini menunjukkan bahwa dewa surya adalah kehendak atau keinginan,yang ingin dicapai. Kalau berupa kehendak maka dia belum bewujud (hanya angan-agan). Kehendak ini bisa berasal dari luar diri (orang lain) bisa berasal dari diri kita (pikiran).
- Waktu lahir karna diberikan perisai di dada dan anting-anting artinya dalam sebuah rencana untuk mewujudkannya perlu suatu kekuatan (perlindungan, keyakinan) hati, mau mendengar (simbol anting-anting) agar kehendak bisa tercapai.
Yudistira adalah perwujudan kepala beserta isinya
- Yudistira adalah anak pertama dari panca pandawa
- Yudistira melambangkan kepada (dalam tubuh kita). Kenapa demikian? karena fungsi kepala diharapkan sama dengan sifat-sifat yang digambarkan pada diri yudistira. apa itu? pertama tidak boleh berbohong, bijaksana, adil, welas asih, dll.
- Dikepalah, angan-angan, harapan dipikir masak-masak lalu diputuskan.
- Bahkan di proses pembentukan bayi yang pertama kali terbentuk adalah kepala
Bima adalah perwujudan dada, kedua belah tangan beserta organ-organnya
- Bima merupakan anak kedua setelah yudistira dari panca pandawa
- Bima melambangkan kekuatan.
- Bima suka makan, kurang bijaksana, mengandalkan kekuatan. Untuk itulah perlu adanya Yudistira (pikiran) untuk bisa bijaksana dan Arjuna (perut/kesejahteraan/makanan) agar dada dan tangan kuat bekerja tetapi dalam kerangka kebijaksanaan.
- Itu kenapa bima lahir diantara Yudistira dan Arjuna.
- Arjuna merupakan anak ketiga setelah yudistira bima
- Arjuna melambangkan kesejahteraan, artinya setelah punya pikiran dan kekuatan, maka kedua hal ini dipakai untuk mencukupi kebutuhan hidup (salah satunya makan).
- Arjuna memiliki banyak kesaktian dan panah-panah, artinya dengan kita sejahtera maka segala kesenangan, keinginan (panah-manah-pikiran) bisa terwujud. Makin sejahtera dan bahagia orang semakin mudah untuk mendapatkan kesenangan dan keinginan.
- Itu pula kenapa arjuna disenangi banyak wanita, ini melambangkan bahwa semua orang pasti ingin mencapai kesejahteraan (baik perempuan maupun laki-laki).
Nakula dan Sahadewea perwujudan kedua belah kaki berserta organ-organnya.
- Nakula dan Sahadewa adalah anak keempat dan kelima yang lahir bukan dari kunti tetapi dari madunya (Dewi Madri).
- Karena melambangkan kedua belah kaki maka harus kembar (identik) artinya tubuh harus ditopang dengan dua kaki yang identik (tidak panjang sebelah atau pendek sebelah) agar terjadi keseimbangan.
Jadi kumpulan dari panca pandawa merupakan diri kita sendiri, sedangkan kenapa karna tidak masuk keluarga pandawa, karena hakekanya dia hanya sebuah kehendak untuk mewujudkan panca pandawa. artinya sebelum menjadi manusia maka pasangan suami istri harus punya kehendak dulu untuk memiliki anak. kalau kehendak itu tidak ada maka panca pandawa (anak) tidak akan terwujud.
Kemudian kenapa ada guru bhisma, dan guru drona?
Kenapa anak drestarata atau yang dikenal dengan korawa sampai 1.000 orang
Kenapa ada sengkuni
Kenapa dalam perang berata yudha krisna memihak pandawa?
simak filosofinya di blog saya selanjutnya
Komentar
Posting Komentar